Aktivis ICW Dianiaya – Tama Satya Langkun, aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), pelapor adanya transaksi tidak wajar dalam rekening sejumlah perwira (jenderal) Polri (Dugaan rekening mencurigakan milik perwira Polri ke Komisi Pemberantasan Korupsi dan Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum). Tama dianiaya orang tegap yang tak dikenal pada pukul pukul 03.45 (8/7/2010) di sekitar pertigaan kawasan Duren Tiga Raya, Jakarta Selatan.

Aktivis ICW Dianiaya

Kronologis kejadian Aktivis ICW Dianiaya: sepulang dari nonton bareng, Tama yang berboncengan dengan temannya, Laode Muammar Khadafi, dipepet dua motor RX King di arah menuju pertigaan Duren Tiga. Bersamaan dengan dua motor tersebut, ada sebuah mobil Toyota Avanza berwarna silver yang ikut melaju di samping Tama.

Tiba-tiba salah satu motor yang dikendarai dua orang asing itu memotong jalan motor Tama. Korban kaget sehingga langsung jatuh tersungkur bersama temannya. Khadafi tergeletak sekitar 10 meter dari Tama. Sementara itu, Tama terseret motor RX King lainnya, yang juga dikendarai dua orang. Kemudian keempat orang misterius itu menghampiri Tama dan membuka helm standar yang dia pakai, saat itulah Tama dihajar habis-habisan dengan pukulan dan bacokan, khususnya di bagian kepala. Tama dipukul berkali-kali dengan benda tumpul dan benda lainnya. Setelah Tama roboh para pengendara motor RX King itu langsung melarikan diri.

Setelah di larikan ke rumah sakit. Di ketahui Tama menderita luka memar di bagian belakang kepala dan lengan atas. Aksi itu juga menyisakan tiga luka sayatan yang menganga. Satu sayatan terdapat di bagian depan kepala. Luka tersebut harus di jahit sebanyak 12 jahitan. Dua sayatan lain mengenai bagian belakang kepala. Masing-masing dengan sepuluh dan tujuh jahitan. Total, ada 29 jahitan di kepala korban.

Meski babak belur, Tama masih bisa mengingat sosok dan jumlah penganiaya itu. Menurutnya, mereka berjumlah empat orang. Khusus pembacok dirinya adalah laki-laki berbadan tegap dengan tinggi sekitar 168 sentimeter. Logat bahasa laki-laki tersebut, mirip dengan orang dari kawasan Indonesia Timur. Papar Tama.

Tama juga masi mampu berpikir jernih. Dia juga mengingat mobil Toyota Avanza yang parkir tidak jauh dari lokasi penganiayaan, ikut pergi ketika empat pelaku pengeroyokan tersebut kabur. Namun, beberapa saat kemudian, Toyota Avanza itu kembali ke lokasi kejadian dan mengembalikan helm Tama. Bahkan dari mobil misterius tersebut, keluar satu orang yang kemudian menawarkan bantuan untuk membawa Tama ke rumah sakit terdekat. Namun, Tama menolak tawaran itu.

“Firasat saya, Avanza itu adalah komplotan mereka. Kalau saya ikut, bisa habis saya”
Kisah Tama.

Illian Deta Arta Sari, aktivis ICW lainnya, mengatakan, Tama telah mendapat 29 jahitan di tiga luka di kepalanya. Tama diduga dibacok dengan benda tajam. Masih menurut Illian, Tama, anggota ICW di Divisi Investigasi, saat ini tengah melakukan penelitian sejumlah kasus, di antaranya tentang rekening “gendut” perwira Polri. Terakhir, Tama dan beberapa aktivis ICW lainnya melaporkan dugaan korupsi dalam perkara rekening Polri itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Terkait kasus ini. Ketua komisi bidang hukum DPR (komisi III) Benny Kabur Harman meminta polisi tegas melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku penganiayaan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama Satrya Langkun.
“Kita minta penegak hukum melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembacokan, apakah masyarakat atau oknum polisi,” ungkap Benny, Kamis (8/7).

Berita Terkini:
Presiden Besuk Aktivis ICW Tama Satrya Langkun
Pelaku Penganiaya Aktivis ICW Diketahui
Listya Mahasiswi UPH Di Tusuk 17 Kali