Bentrok Di Makam Mbah Tanjung Priok – Peristiwa yng memakan banyak korban kembali terjadi lagi di Indonesia. Seperti Tragedi Sampit. Bentrok antar petugas satpol PP dengan massa tak terelakkan, bentrok ini terjadi karena munculny perintah untuk menertibkan areal makam Mbah Priok. Sebuah wilayah di utara Jakarta tersebut memang pernah mendulang masa keemasan pada tahun 1980-an. Karena, salah satu pelabuhan internasional Indonesia terletak di wilayah ini.

Nama Tanjung Priok diambil dari nama seorang tokoh ulama yang melakukan siar agama Islam sejak ratusan tahun lalu. Yaitu Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad Al Husaini Ass Syafi`i Sunni RA yang lebih di kenal dengan sebutan Mbah Priok. Makam Mbah Priok terdapat di dalam areal pelabuhan Petikemas Koja, Tanjungpriok.

Bentrok Di Makam Mbah Tanjung Priok

Mbah Priok begitu dikeramatkan oleh warga di sana hingga keluarny instruksi dari Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk menertibkan area makam Mbah Priok pada tanggal 14 april lalu, membuat warga emosi. Hingga terjadilah bentrok tersebut. Makam Mbah Priok pun dilindungi sampai tetesan darah terakhir oleh warga. Dan unikny para peziarah tetap berdatangan ke makam Mbah Priok di Koja, berselang 3 hari setelah peristiwa berdarah tersebut. Jumlah mereka bahkan mencapai ratusan. Mereka, tidak terpengaruh adany bentrok antara aparat satpol PP dan warga. Peziarah tetap berdoa dengan khusyu.

Berdasarkan data dari RSUD Koja, Jakarta, Rabu (14/4), Bentrok Priok ini telah memakan korban sebanyak 57 anggota Satpol PP, 5 orang diantaranya menjalani operasi. Sebanyak 20 orang dari Kepolisian dan dua diantaranya juga menjalani operasi. Dan dari pihak warga, sebanyak 30 orang yang mengalami luka-luka namun tidak ada yang dioperasi. Sepertiny belum belajar dari melihat Gambar Tragedi Sampit

Kronologis Bentrok Priok Versi Pemprov DKI

Di ungkapkan oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Pemprov DKI, dalam konferensi pers di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (14/4/2010). Bahwa bentrok Priok terjadi karena 2.000-an Satpol PP dengan bantuan dari polisi sebanyak 640 anggota, tidak bisa menahan diri dari serangan warga. Petugas bergerak menggunakan puluhan truk dan dua kendaraan berat berjenis eksavator. Ketika baru saja tiba di lokasi, 400 orang pengikut Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Idrus dan Habib Abdullah Sting, pengelola makam, langsung menyerang petugas. Warga disana tiba-tiba langsung menyerang menggunakan bom molotov, petasan, sejata tajam, kayu dan batu. Ketika penyerangan itu terjadi, banyak petugas menjadi korban. Ada yang tangannya yang nyaris putus, ada yang perutnya robek sehingga usus berhamburan, dan lain sebagainya.

Kronologis Bentrok Priok Versi Masyarakat Priok

Tindakan pemerintah yng ingin meremajakan dan membuat taman di makam Mbah Priok tidak dapat di terimah oleh warga, para ulama, dan keturunanny. Karena makam tersebut adalah makam keramat yaitu makam seseorang yng sangat berjasa dalam penyebaran agama Islam di wilayah tanjung priok. Dimana makam ini setiap setiap hari jum’at ny di datangi 2.000 an peziarah akan di perkecil hanya menjadi 100 meter. Warga emosi melihat banyakny petugas datang ingin membongkar atau menggusur makam Mbah Priok hingga bentrok dan berjatuhan korban baik dari petugas maupun warga.

Foto Korban dari satpol PP :

Bentrok Di Makam Mbah Tanjung Priok

Bentrok Di Makam Mbah Tanjung Priok

Bentrok Di Makam Mbah Tanjung Priok

Bentrok Di Makam Mbah Tanjung Priok

Bentrok Di Makam Mbah Tanjung Priok

Foto korban dari warga :

Bentrok Di Makam Mbah Tanjung Priok

Bentrok Di Makam Mbah Tanjung Priok

Bentrok Di Makam Mbah Tanjung Priok

Bentrok Di Makam Mbah Tanjung Priok

Bentrok Di Makam Mbah Tanjung Priok