Malaysia IndonesiaBerita Terkini dan terhangat saat ini adalah adanya penangkapan terhadap tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau indonesia baru baru ini oleh petugas Malaysia. Ketiga petugas tersebut ditangkap oleh Marine Police Malaysia (MPM) di perairan Tanjung Berakit, Bintan.

Malaysia Indonesia

Kasus yang terjadi antara Malaysia Indonesia saat ini adalah di karenakan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) RI yang ditangkap MPM, sedang berpatroli di perbatasan laut. Mereka bernama Asriadi, Erwan, dan Selvogrevo. Mereka ditangkap tidak lama setelah menahan tujuh nelayan asal Malaysia yang beroperasi di kawasan perbatasan laut antara Malaysia Indonesia.

Ketegangan mengenai penangkapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu dinilai tidak relevan. Karena, para petugas dari Indonesia itu ditodong senjata dan disandera MPM Malaysia. Jadi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana melakukan protes keras kepada pemerintah Malaysia.

Indonesia akan segera mengirimkan teguran atau nota diplomatik kepada Malaysia terkait insiden pelanggaran batas dan penangkapan oleh Marine Police Malaysia terhadap Pengawas Perikanan Satker Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di wilayah perairan Bintan, Kepulauan Riau Indonesia.

Namun demikian, ia menegaskan, sesuai arahan Presiden maka penyelesaian kasus ini dapat diselesaikan secara diplomatik dan menghindari konflik antara Malaysia Indonesia, sehingga tidak terjadi ketegangan baru antara kedua negara yaitu Malaysia Indonesia.

Hubungan Malaysia Indonesia selama ini baik-baik saja bahkan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato Syed Manshe Afdzaruddin Syed Hassan mengucapkan “Hubungan Malaysia dan Indonesia perfect. Tidak ada keraguan untuk itu,” kata Syed Manshe usai menghadiri upacara peringatan kemerdekaan di Istana Negara, Selasa, 17 Agustus 2010.

Syed juga membantah jika Malaysia pihakny dianggap menyerobot perbatasan. Menurut dia, Selat Malaka begitu sempit. “Jadi ini bukan masalah serobot menyerobot. Mereka hanya nelayan tradisional,” katanya.

Dato Syed Manshe Afdzaruddin Syed Hassan juga mengungkapkan, sama halnya Indonesia, Malaysia ingin insiden itu diselesaikan secara baik. “Malaysia telah melakukan penyelesaian, ibaratnya ambil rambut dari tempuk, masalah kecil,”.

Malaysia kini telah mengisyaratkan bahwa tiga pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Batam yang ditangkap Marine Police Malaysia (MPM) akan segera dibebaskan. Malaysia tidak ingin insiden yang terjadi Jumat 13 Agustus lalu di perairan Tanjungberakit, Bintan, Kepri, membuat hubungan dua negara menjadi renggang.

Kronologis kejadian insiden Malaysia Indonesia :

Ketiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau tengah berpatroli di dekat perairan perbatasan Malaysia Indonesia. Di perairan Tanjung Berakit, kata Pudji, mereka melihat adanya aktivitas mencurigakan yang dilakukan lima kapal nelayan Malaysia, sehingga tujuh nelayan Malaysia kemudian diamankan. oleh ketiga petugas dinas tersebut.

Tak lama kemudian, secara tiba-tiba datang petugas patroli dari Malaysia. Mereka langsung menyergap kapal Dolphin 015 yang ditumpangi ketiga petugas dinas Asriadi, Erwan, dan Selvogrevo. Hingga kini Malaysia Belum Siap Bahas Perbatasan Malaysia Indonesia.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan alasan masih “menggantungnya ” masalah garis batas laut di sekitar perairan Pulau Bintan adalah akibat ketidaksiapan Malaysia untuk berunding dengan Indonesia.

“Kita ingin memastikan perundingan perbatasan Indonesia dengan Malaysia akan segera digulirkan. Indonesia siap kapan saja, hari ini juga siap, kapan pun kami siap. Tapi Malaysianya belum siap,” kata Menlu di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/8/2010), saat mengikuti upacara kemerdekaan 17 Agustus. Dan hal itu tidak bisa di paksakan Indonesia hanya bisa menunggu kapan Malaysia siap berunding.

Baca Juga:
Presiden Soekarno
Stadion Bung Tomo
Menara Jakarta.