Obama Ke Indonesia – Presiden Amerika Serikat Barack Obama datang ke Indonesia. Dalam jumpa pers bersama orang nomor satu di Indonesia raya Susilo Bambang Yudhoyono yng di adakan di Istana Merdeka, Jakarta, mengungkapkan bahwa Pemerintah Amerika Serikat fokus pada tiga agenda yng tertuang dalam perjanjian kemitraan komprehensif.

Obama Ke Indonesia

Pertama, di bidang investasi. “Kita perkuat hubungan investasi dan hubungan dagang karena dapat menciptakan hubungan yang lebih baik di antara kedua negara. Itulah sebabnya Indonesia menjadi pasar terbesar dan menggandakan pasar kita,” kata Obama.

Kedua, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah AS sepakat untuk meningkatkan kerja sama program pertukaran pelajar dalam dua tahun. “Saya berterima kasih kepada Presiden SBY atas penambahan siswa AS di Indonesia,” kata Obama.

Ketiga, Obama juga akan meningkatkan kerja sama di bidang keamanan, termasuk di bidang penanggulangan terorisme dan bajak laut.

Di samping 3 hal fokus tersebut, Obama ke Indonesia juga memuji pemberantasan korupsi dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia. “Saya rasa semua harus belajar pada Indonesia,” pujinya.

Presiden AS Barack Obama pun telah menggunakan kesempatan kehadirannya di Indonesia, untuk menangani masalah hubungan AS dengan dunia Islam.

Obama mendesak semua pihak untuk bergerak melampaui apa yang ia sebut “kecurigaan dan ketidakpercayaan” yang dihasilkan selama bertahun-tahun untuk membentuk sebuah front bersama melawan terorisme.

“Kami telah membuat beberapa kemajuan, tetapi kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ungkap Obama.

“Innocent sipil di Amerika, di Indonesia, dan di seluruh dunia masih ditargetkan oleh ekstremisme kekerasan. Saya telah membuat jelas bahwa Amerika tidak dan tidak akan pernah berperang dengan Islam Sebaliknya,. Semua dari kita harus bekerja sama untuk mengalahkan Al -Qaeda dan afiliasinya, yang tidak mengklaim menjadi pemimpin agama apapun – tentu bukan, agama besar dunia seperti Islam Tetapi mereka yang ingin membangun tidak boleh menyerahkan tanah untuk teroris yang berusaha untuk menghancurkan”

Baca juga :
Laut Terindah Indonesia
Presiden Soekarno
Menara Jakarta