Presiden Besuk Aktivis ICW Tama Satrya Langkun – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membesuk Tama S. Langkun, aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), yang telah menjadi korban penganiayaan orang tak di kenal. Wakil Koordinator ICW, Emerson Yuntho mengungkapkan bahwa kunjungan Presiden itu mendadak. Namun kunjungan itu merupakan bentuk kepedulian Presiden terhadap situasi yang berkembang saat ini.

Selain Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Tama pun di besuk oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Tama mendapat perhatian khusus saat ini atas kasusnya. Presiden SBY tiba di kamar 206 RS Asri sekitar pukul 13.00 WIB. Selang 30 menit kemudian tiba Ketua MK Mahfud MD.

Kepala Negara menjelaskan, Indonesia adalah negara yang menjunjung asas demokrasi. Oleh karena itu, Presiden meminta Polri untuk mengusut penganiayaan terhadap Tama. “Harus segera dicaritahu pelakunya dan motifnya”
Ucap Presiden dalam pengantar sidang kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta. Presiden juga berharap Polri menyelesaikan kasus pelemparan bom molotov di kantor redaksi majalah Tempo.

“Pemberantasan korupsi harus berlanjut. The show must go on. Tidak boleh takut akan ancaman kekerasan” Ujar Presiden.
“Semua harus trial by court, bukan trial by SMS atau trial by press”
Kata SBY usai menjenguk Tama, Sabtu (10/7).

Sedangkan staf ahli Bidang Hukum Presiden SBY Denny Indrayana menyatakan jika kedatangan Presiden memberi sinyal pada pelaku kekerasan bahwa Indonesia tidak akan kalah dengan cara-cara premanisme.
“Kita harus mengirim pesan yang nyaring kepada pelaku bahwa negara tidak boleh kalah dengan cara-cara seperti ini” katanya.